Rabu, 16 Februari 2011

SUSU KEDELAI DAPAT MENCEGAH MENOPAUSE DINI


Kendati menopause merupakan proses alami, tak sedikit kaum wanita merasa takut dan khawatir menghadapi masa menopause. Hal ini wajar karena proses yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi itu kerap menimbulkan gangguan psikis dan fisik yang sangat mengganggu; baik sebelum maupun setelah memasukinya.

Berhentinya siklus haid pada wanita menopause sangat dipengaruhi oleh Hormon Estrogen yang diproduksi oleh Kelenjar Ovarium. Karena itu terapi medis yang biasa diberikan adalah Hormone Replacement Therapy (HRT). Meskipun cukup ampuh mengatasi beberapa sindroma menopause; tetapi dalam jangka panjang bisa menyebabkan gangguan kesehatan; antara lain Kanker Payudara (33%),Stroke (49.1 %), Thromboemboli (125.3 %), dan Penyakit Jantug (34.4%)- (Woman Health Initiaive USA).

Solusi yang bisa dilakukan adalah terus mencari dan meneliti FITO-ESTROGEN atau ESTROGEN yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang mempunyai kandungan fitoestrogen dan estrogen adalah kacang kedelai. Kacang kedelai mengandung komponen isoflavon yang mempunyai struktur mirip estrogen endogen. Kemiripan ini membuat isoflavon mampu berikatan dengan reseptor esrogen dan pada akhirnya isoflavon dapat enggantikan estrogen.

Sumber: www.gizi-net.com

Baca selengkapnya...

Senin, 14 Februari 2011

7 Alasan Mengapa Anda Harus Berhenti Berdiet


By Yahoo! Green Wednesday February 16, 2011 07:19 pm WIT

Anda pasti pernah mengalami masa-masa berdiet. Atau justru sedang berdiet saat ini? Atau punya rencana untuk berdiet mulai bulan depan? Kami punya pengumuman untuk Anda. Jika Anda tujuan Anda adalah untuk menurunkan berat badan, hindari diet! Ini alasannya.

1. Kurang nutrisi
Sebagian besar program diet justru tidak sehat dan malah membuat kita menjadi malnutrisi. Beberapa diet mengharuskan kita untuk melakukan hal yang ekstrem, meninggalkan makanan favorit kita, dan menghindari satu kelompok makanan yang sebenarnya penting. Padahal, pola makan yang sehat adalah makanan yang mengandung SEMUA nutrisi (termasuk karbohidrat, lemak, dan protein). Yang harus dikurangi adalah jumlah kalori.

2. Tidak bertahan lama
Saat pertama kali kekurangan makanan, tubuh kita akan 'kaget' dan berat badan pun menurun. Namun setelah tubuh tak kaget lagi, ia akan mulai beradaptasi dengan cara memperlambat metabolisme, dan tubuh pun akan berhenti kehilangan berat badan. Jadi, meskipun kita sudah memiliki modal berupa niat dan usaha yang kuat untuk berdiet selama-lamanya, tubuh kita tak melakukan hal yang sama.

3. Yo-yo
Ingat mainan anak-anak bernama yo-yo? Naik, turun, naik, turun. Ini juga efek yang ditimbulkan oleh diet. Karena serba menahan diri, ada kalanya kita jadi merasa ngidam dan bahkan lebih lapar dari biasanya. Akibatnya, jika kita penuhi rasa ngidam ini, kita justru akan makan lebih banyak dari porsi normal. Solusinya? Tak perlu berdiet, cukup makan dengan porsi secukupnya.

4. Mengganggu kehidupan
Gara-gara diet, Anda jadi harus menolak ajakan makan malam di luar, acara masak-masak di rumah teman, atau traktiran besar-besaran dalam rangka ulang tahun si bos. Padahal hal-hal inilah yang membuat hidup terasa lebih seru, bukan?

5. Kekurangan energi
Mengurangi asupan kalori secara drastis bisa berakibat turunnya level energi. Tak heran jika Anda jadi sering merasa pusing saat sedang berdiet.

6. Kuantitas vs kualitas
Memangnya Anda bisa menikmati makanan jika sambil menyuap Anda terus menghitung berapa kalori yang masuk ke tubuh? Aktivitas ini justru membuat Anda tetap merasa lapar meskipun sedang makan. Solusinya? Konsumsilah makanan yang banyak mengandung nutrisi. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke tubuh, semakin jarang Anda merasa lapar.

7. Satu dimensi
Anda tak berharap bisa turun berat badan hanya dengan berdiet, kan? Jangan lupa, kita juga harus rajin berolah raga dan menjaga pola makan sehat. Tak perlu lari marathon 10 kilometer. Anda hanya perlu lebih aktif, karena seiring dengan bertambahnya umur, metabolisme kita akan semakin lambat. 'Aktif' di sini bisa berarti naik turun ruangan menggunakan tangga (bukan lift), atau berjalan kaki ke kantor (jika kantor Anda dekat, tentunya).

Jadi, ubahlah hidup Anda dengan cara mengubah pola pikir terhadap kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup sehat. Berhenti berdiet, dan mulailah makan dengan cara yang sehat.
Baca selengkapnya...

Sabtu, 30 Oktober 2010

Soya Shake Membuang 'Lemak Jahat' di Perut


Segelas soya shake (minuman kedelai) sehari akan meghindarkan kita dari perut gendut yang sama sekali tidak sehat, apalagi seksi. Penelitian menunjukkan bahwa minuman berbahan dasar kedelai dapat membuang sejumlah lemak yang berakumulasi di perut.
Sebagai informasi, lemak di bagian perut tidak baik bagi kesehatan, meningkatkan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan diabetes dibandingkan lemak yang ditemukan di bagian lain tubuh.

Ini karena kedelai, sebuah protein nabati, dengan caranya sendiri mengganggu pemrosesan kelebihan gula menjadi lemak, yang akan membantu 'meratakan' perut dari efek menonjol alias gendut karena lemak berlebih dan harus banyak minum air putih.

Sejumlah studi sebelumnya menunjukkan bahwa kedelai dan tofu, turunan dari produk kedelai, memangkas risiko kanker ovarium dan penyakit jantung.

Pada studi terbaru, para peneliti mengamati efek suplemen kedelai atas kesehatan 15 wanita yang memasuki masa menopause.

Sembilan orang diminta untuk meminum soya shake dengan kandungan 120 kalori, sementara enam orang hanya minum sampel yang tidak mengandung unsur soya.

Setelah tiga bulan minum soya shake, terdapat perbedaan kecil berat badan pada dua kelompok tersebut. Namun hasil pemindaian menunjukkan perbedaan besar pada jumlah lemak di perut para wanita tersebut, diukur dari lingkar pinggangnya.

Mereka yang minum soya shake lemak bagian perutnya menghilang, sementara yang minum sampel tanpa soya lemak perutnya tetap ada, demikian laporan itu diumumkan di pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine.

Para peneliti dari AS mengatakan temuan itu dapat membuktikan khususnya membaiknya kesehatan secara bermakna pada wanita usia lanjut yang biasanya menimbun lemak setelah menopause.

Penelitian lain yang terbaru menunjukkan bahwa perut gendut meningkatkan risiko terjadinya seranan jantung.

Sebuah studi yang dijalankan selama 12 tahun dan melibatkan lebih dari 100.000 responden laki-laki dan perempuan mengungkap bahwa ukuran lingkar pinggang terkait dengan kesehatan, dimana mereka yang memiliki perut terbesar melebihi 40% tampaknya akan menderita gangguan lebih parah pada arteri, angina dan serangan jantung dibandingkan yang memiliki perut serata papan cucian.

Baca selengkapnya...

SOYA SHAKE MEMBUANG LEMAK JAHAT DIPERUT